Harga rumah 2015 akan meningkat




Harga rumah tahun 2015 diperkirakan akan meningkat atau naik, itu karena mengikuti harga BBM bahan bakar minyak yang naik. Walaupun tak terpengaruh harga bbm, harga properti senantiasa naik dari waktu ke waktu, karena memang pertambahan penduduk itu lebih pesat sementara jumlah tanah untuk membangun properti tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Di mana jumlah luas tanah itu tetap. Apalagi di kota besar, semakin banyak penduduk yang pindah dari desa ke kota menjadikan kota semakin padat, sehingga harga tanah pun semakin tinggi, diikuti oleh harga rumah yang semakin tinggi. Diperkirakan di tahun 2015 pun harga rumah juga akan naik dibandingkan tahun sebelumnya tahun 2014. Mari baca selengkapnya.

Pengembang properti siap menaikkan harga hunian 2015


Beberapa pengembang properti yang sudah memiliki nama di negara Indonesia berencana akan menaikkan harga rumah pada bulan Januari 2015 mendatang, jadi dengan ini sudah diketahui bahwa harga rumah pasti akan naik. Jika memang harga sudah naik di salah satu pengembang, maka pengembang yang lain pun juga akan ikut menaikkan harga rumah. Disebutkan jika kenaikan harga rumah ini bukan saja karena kenaikan harga BBM, melainkan juga karena beberapa faktor lain seperti UMK atau upah minimum kabupaten atau kota, dan juga pengaruh tingkat inflasi yang tidak bisa dihindari.

Berapakah besarnya kenaikan harga rumah tahun 2015


Mungkin Anda bertanya-tanya dalam hati “Berapakah kiranya besar kenaikan harga rumah di tahun 2015 mendatang?”, besar kenaikan harga rumah kurang lebih 10 sampai dengan 15 persen. Baik proyek properti komersial maupun subsidi sepertinya akan sama-sama mengalami kenaikan harga rumah.

Harga rumah 2015 (rumahinteriorminimalis)

Harga rumah 2015 (rumahinteriorminimalis)

Harga rumah 2015 (rumahinteriorminimalis)

Tentunya proses dalam menaikkan harga rumah ini tidak serta merta atas keputusan pengembang properti saja, melainkan ada pihak lain yang juga terlibat seperti kontraktor dan vendor. Apabila kontraktor dan vendornya tak setuju akan kenaikan harga (Nilai kontrak dan material), maka harga jual dari rumah pun juga tak akan ikut naik. Apabila harga rumah tetap naik, itu pasti karena mengikuti mekanisme pasar, di mana artinya tingkat permintaan dari pelanggan yang tinggi dan ketersediaan pasokan yang terbatas. Ini merupakan hukum ekonomi dasar yang juga memiliki efek secara langsung pada dunia jual beli rumah (Properti).

Kenaikan harga rumah masih melihat kekuatan pasar


Pengembang perumahan pun tidak bisa langsung begitu saja bergerak cepat dalam proses menaikkan harga jual rumah di tahun 2015, sebab diperlukan perhitungan yang benar-benar akurat dan matang dengan tujuan supaya pasar rumah tetaplah bisa ada serta berlanjut. Di mana di tahun 2015 sepertinya penjualan serta harga rumah itu cenderung melambat dibandingkan dengan tahun 2014. Jadi pengembang harus juga memperhitungkan daya beli dari masyarakat, apabila dinaikkan harganya kemudian tidak laku, maka hal tersebut juga akan mempersulit pengembang properti. Belum lagi karena efek psikologis masyarakat yang sudah terkena pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Motor.

Pengaruh inflasi pada kenaikan harga rumah


Sebagai tambahan informasi, Anda juga perlu mengetahui apakah pengaruh inflasi terhadap kenaikan harga rumah. Laju inflasi yang tinggi bisa mengakibatkan peningkatan di harga bahan bangunan (Material), di mana nanti akan memiliki efek berantai ke kenaikan dari harga rumah. Dan inflasi dari tahun ke tahun itu memang senantiasa terjadi. Sekian artikel tentang harga rumah 2015 akan meningkat, semoga berkenan.

Harga rumah 2015 akan meningkat | risna novita | 5

0 komentar:

Poskan Komentar